Sampai sekarang saya masih bingung. Kenapa orang tua, atau anak-anak yang bersekolah, terkesan mementingkat nilai atau peringkat saat masih atau yang sekarang bersekolah. Mereka terkesan mendewakan sebuah deretan angka yang disebut ranking. Padahal, kalau menurut saya pribadi, nilai itu hanya simbol dan sangat amat tidak berpengaruh dengan peningkatan presentase belajar seorang anak. Apalagi di indonesia, nilai adalah sesuatu yang bisa dipermainkan. Perputaran logika pemikiran pada sebuah nilai dapat di pelintir secepat membalikkan telapak tangan. Mereka melupakan satu hal yang penting, yaitu ilmu dan wawasan anak-anaknya.
Mereka ingin mempunyai anak yang mendapatkan pekerjaan yang baik. Dan sangat susah untuk menghapus sistem berfikir yang menganggap "jika nilaimu tinggi, maka pekerjaanmu akan bagus". ini bisa saja benar. tapi tidak sepenuhnya benar.
Banyak orang yang di luar sana tidak bersekolah dan sukses dengan pekerjaan yang luar biasa. Menurut saya, nilai hanyalah sebuah formalitas untuk mendapatkan gelar dan ijazah yang mumpuni. selama ada buku & google, saya tidak pernah khawatir soal ilmu.
Memang sangat sulit untuk membuat pemikiran yang seolah-olah sudah menjadi "budaya". Tapi, ini belum terlambat. Kita hanya perlu sedikit merubah cara berfikir. dan kembali merenungi tujuan apa yang pertama kali kita idamkan saat menuju ke sekolah.
*ngerti maksud saya?
Ya, terima kasih.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Nasihat
Ini aneh, tapi baiklah. Halo nak, ini ayah. Ayah tak tahu kamu lelaki atau wanita, yang jelas, jikalau nanti kau sudah dewasa, dan mene...
-
Pagi itu aku terbangun dari tidur panjangku. Menatap sekitar dengan nanar. Tak mengerti apa yang teradi kemarin. Dulu. Sekarang, aku bingung...
-
Tepat 10:00 pagi. Saya harus pergi ke rumah teman saya. Saya sudah janji pada dia saya akan datang tepat waktu. Kami punya sebuah pekerjaa...
-
ininih awal cerita aku nekunin dunia vocal.tepatnya sih bukan awalnya,tapi disinilah aku mulai serius dengan bernyanyi. well..this is sta...
No comments:
Post a Comment